Melakukan Empat Tugas dalam Perjalanan Duka

Biasanya saat membahas tentang kedukaan, banyak orang membahas teori lima tahap berduka oleh Kübler-Ross. Di mana setiap orang yang berduka akan melewat lima fase, yaitu penyangkalan, kemarahan, tawar-menawar, depresi dan penerimaan. Namun kali ini kita akan membahas tentang Four Tasks of Mourning.

Seorang psikolog, J. William Worden, memberikan “Four Tasks of Mourning” yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan proses berkabung agar keseimbangan hidup dapat dibangun kembali. Menurutnya, orang tetap perlu melihat tugas-tugas tersebut dari waktu ke waktu, karena berduka itu tidak linier. Berduka itu seperti gelombang ombak yang naik turun, yang bisa datang kapan saja. Setidaknya empat tugas ini dapat membantu kita berenang dalam ombak kesedihan dan membantu perjalanan pulih kita. 

Yuk kita bahas empat tugas tersebut. 
1. Menerima kehilangan
Hal yang susah susah gampang untuk dilakukan ya. Tetapi awal dari semua perjalanan pulih adalah menerima rasa kehilangan itu sendiri.

2. Mengakui rasa sakit karena kehilangan
Kesedihan, ketakutan, kesepian adalah hal yang wajar. Penting untuk mengakui, membicarakan, dan memahami segala emosi. Temukan support system. Kita tidak butuh sekadar kata-kata “sabar”, “kuat” tetapi kita butuh komunitas yang bisa memberi ruang aman untuk mengakui rasa sakit tersebut.

3. Menyesuaikan diri dengan lingkungan baru
Perlahan adaptasi dengan keadaan baru tanpa almarhum. Semua butuh proses belajar penerimaan diri sebagai ibu tunggal.

4. Menemukan koneksi dengan almarhum sembari menjalani kehidupan baru
Jangan merasa harus move on melupakan almarhum. Lebih baik merangkul kesedihan dan belajar untuk terus bergerak maju. Ingat kenangan indah, tertawakan kenangan lucu bersama almarhum.

Tidak semua teori kedukaan sesuai dengan keadaan kita. Perjalanan duka setiap orang adalah unik, masing-masing punya cara dan waktu sendiri. Temukan saja yang cocok di hati kita dan siap lakukan di saat yang tepat.