Enam Asupan Manis bagi Jiwa yang Pahit

Beberapa orang lebih suka mengonsumsi minuman kopi dan teh tanpa pemanis. Sebagian lain menambahkan pemanis gula agar rasa pahitnya hilang. Menurut American Heart Association (AHA), jumlah maksimum gula yang boleh dikonsumsi oleh wanita dalam sehari adalah enam sendok teh. Sst, tunggu dulu. Saya bukan mau membahas konsumsi gula, tetapi saya ingin membahas konsumsi hal manis lain yang bisa menghilangkan rasa pahit juga.

Seperti halnya minuman pahit dan manis, setiap orang pasti merasakan pahit manisnya kehidupan. Kita memang memerlukan rasa pahit supaya tahu bagaimana rasanya manis. Berbeda dengan minuman, manis dan pahitnya kehidupan akan mendewasakan kita dan perlu kita syukuri. Lagi-lagi semuanya tentu membutuhkan proses. Proses belajar agar mampu melihat manisnya dari segala peristiwa pahit yang terjadi dalam hidup.

Kalau memperhatikan asupan gula itu penting untuk menjaga kesehatan raga, maka memperhatikan asupan pikiran dan emosi itu baik untuk memelihara kesehatan jiwa. Jiwa yang sehat akan membantu kita belajar lebih baik lagi dalam menghadapi manis pahitnya kehidupan. Baik itu belajar dari kehidupan sendiri atau kehidupan orang lain.

Untuk kesehatan tubuh, kita dianjurkan mengonsumsi asupan gula hanya sebanyak enam sendok teh dalam sehari. Nah, untuk kesehatan jiwa, enam hal berikut ini juga dapat kita konsumsi sehari-hari.
1. Mensyukuri apa yang terjadi dalam hidup agar hidup lebih positif.
2. Membuat batasan diri yang sehat dengan diri sendiri maupun dengan orang lain.
3. Berhenti sejenak dan dengarkan suara hati. Refleksi diri membantu kita mengurai manis pahitnya kehidupan.
4. Mulai bangun kebiasaan baik tiap hari.
5. Fokus terhadap hal-hal yang bisa kita kontrol.
6. Kurangi mengkritik diri sendiri dan ucapkan kalimat afirmasi positif.

Enam hal di atas mungkin tidak akan memberi kita kehidupan manis yang sempurna, yang bebas dari kesedihan atau kesulitan. Namun enam hal tersebut merupakan asupan manis yang bisa membantu kita menghilangkan jiwa pahit dengan cara terbaik masing-masing. Karena sesungguhnya, satu-satunya orang yang bisa membuat jiwa lebih manis adalah diri kita sendiri.