Pulih Menghadapi Gelombang Kesedihan

Beberapa waktu lalu, saya melihat perbincangan @yurayunita dan @rezagunawan tentang healing. Menurut Reza Gunawan, ukuran healing itu sadar, hadapi dan rawat.

Tiga kata yang sangat pas dengan perjalanan self healing saya selama ini. Tapi kata terakhir sangat menyentuh saya, yaitu rawat.

Iya bener, harus dirawat. 

Rasa sedih akibat berduka itu emosi yang normal, ia datang dan pergi seperti emosi lainnya. Kita bisa tetap merasakan kesedihan atau kehilangan setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun setelah ditinggal orang yang disayang, apalagi di waktu-waktu tertentu.

Ya gimana ya, namanya ditinggal selamanya oleh orang yang kita sayangi, pasti awalnya sulit meneruskan hidup. Tapi bisa dan harus. Apalagi ada anak piyik ya. Saya harus memberi contoh cara healing yang sehat. Saya percaya anak piyik pun mempunyai cara dan waktunya sendiri untuk healing.

Saat awal ditinggal almarhum suami memang kelihatan gelap, tapi saya tahu saya harus sadari dan hadapi, maka semua pelan-pelan menjadi terang. Saat terang itu hadir, saya harus rawat.

Pun saat terang hadir dan berhasil menjalankan hidup, bukan berarti saya tidak merasakan kedukaan atau kesedihan itu lagi. Rasa itu tetap bisa kembali, khususnya saat-saat tertentu, seperti ketika melihat kenangan foto/video atau mengingat hari-hari spesial keluarga kami. 

Dengan merawat, paling tidak saya belajar hidup dengan kehilangan dan saat rasa itu kembali, saya tahu harus apa. Gelombang kesedihan itu tidak bisa saya abaikan tapi bisa diakomodasi. Memang sih kesedihan itu berkurang intensitasnya seiring berjalannya waktu, tapi rasanya kesedihan itu tidak pernah benar-benar hilang. Kita tidak akan pernah bisa melupakan orang terdekat yang telah memberikan jejak indah dalam hidup kita.

Saya semakin sadar bahwa memang sangat penting menemukan cara sehat untuk menghadapi gelombang kesedihan yang bisa datang kembali kapan saja. Healing is indeed a lifelong process.

“Grief is like the ocean; it comes on waves ebbing and flowing. Sometimes the water is calm, and sometimes it is overwhelming. All we can do is learn to swim.”

- Vicki Harrison