Ayo Kelola Stres dengan Art Journaling

Pernahkah kamu merasa stres?  Merasa tidak nyaman, tidak enak atau tertekan akibat suatu hal, entah karena pekerjaan, urusan anak dan rumah tangga, sekolah dan lainnya.  Pastinya setiap orang pasti pernah merasakan hal tersebut karena stres memang bisa melanda siapa saja.  Apalagi bagi yang hidup di perkotaan, biasanya tingkat stresnya cepat meningkat.  Stres merupakan bagian alami dari kehidupan kita, tetapi apabila dirasakan semakin berat dan berlangsung lama, tentunya dapat merusak kesehatan fisik dan mental kita. 


Salah satu cara untuk mengelola stres adalah dengan melakukan kegiatan yang kita senangi. Apapun kegiatannya, pastinya akan mengalihkan perhatian kita sejenak dan memberi waktu pada otak untuk beristirahat dari rutinitas kegiatan dan pikiran sehari-hari.  Konon, pikiran yang rileks adalah pikiran yang kreatif.  


Salah satu kegiatan kreatif yang bisa kita lakukan untuk mengelola stres adalah membuat art journal atau jurnal seni.  Tidak perlu menjadi seniman atau mempunyai jiwa seni untuk membuat art journal, karena tujuan kita untuk membuat art journal bukanlah untuk pameran seni atau membuat karya seni yang memiliki nilai jual tetapi untuk membantu diri kita sendiri dalam mengendalikan emosi dan pikiran.  Semua orang bisa menjadi kreatif. Membuat art journal juga disebut-sebut sebagai salah satu kegiatan self-love yang menyenangkan, di mana kita bisa meluapkan segala emosi dan perasaan dengan cara kreatif tanpa harus ada yang menghakimi. 

Art journal menggabungkan antara visual dan tulisan.  Sebuah buku di mana kita bisa mengekspresikan pikiran dan perasaan kita melalui kata dan gambar, atau hanya dengan sekedar goresan warna.  Sebagian dari kita ketika remaja mungkin sering menulis diary atau buku harian, di mana kita menumpahkan segala perasaan bergejolak dalam diri kita.  Kebiasaan tersebut mungkin ditinggalkan setelah kita memasuki dunia kuliah, kerja atau pernikahan.  Kadang kita sudah tak punya waktu untuk menumpahkan pikiran dan perasaan dengan menulis buku harian, padahal menulis merupakan salah satu cara untuk menjaga kesehatan pikiran dan batin.  


Menurut sebuah jurnal kesehatan mental dari Rochester University di Amerika, jika kita bergelut dengan stres, depresi, atau kecemasan, membuat jurnal adalah sebuah ide yang bagus. Menulis jurnal dapat membantu untuk mengendalikan emosi dan meningkatkan kesehatan mental.


Art journaling juga sering dipakai sebagai salah satu program terapi seni atau art therapy karena dapat membantu menyembuhkan orang yang mempunyai luka batin atau trauma di masa lalu.  Menurut salah satu artikel di psychologytoday.com, seorang profesor program art therapy di universitas George Washington, Amerika bernama Elizabeth Warson, berpendapat bahwa membuat karya rutin melalui art journaling dapat menurunkan detak jantung, melepaskan hormon serotonin dan meningkatkan imun tubuh, serta menurunkan tingkat stres. Temuan ini melengkapi penelitian terkenal sebelumnya oleh James Pennebaker, seorang profesor psikologi Amerika, tentang manfaat menulis mengenai pengalaman yang menyedihkan dan perubahan fisiologis yang dapat dihasilkan dari menulis art journaling dalam jangka panjang.


Lalu ingin tahu bagaimana cara membuat art journal? Berikut adalah salah satu langkah sederhana dalam membuat art journal.  Ingat, tanamkan dalam pikiran, bahwa tidak ada yang salah dan benar dalam membuat sebuah art journal.  It’s just for fun. No judgement and enjoy the process.

IMG_20210212_113850_465

Langkah 1: Siapkan beberapa perlengkapan utama art journaling, seperti:

** Buku jurnal (blank atau bergaris, lebih tebal kertasnya lebih baik)

** Cat (akrilik atau cat air)

** Marker

** Gel pen hitam dan/atau putih 

** Pinsil/Bolpen

** Lem (apabila diperlukan untuk menempel kolasi kertas dan gambar


Langkah 2: Membuat background

Buatlah latar belakang dengan memberi cat warna pada halaman kosong.  Warna dan tema bisa diambil sesuai mood hati.  Apabila hendak memberi gradasi warna, gunakan dua warna atau lebih supaya terasa lebih hidup. Kita bisa mengambil tema warna dari warna lautan, kebun, atau inspirasi lainnya.


Langkah 3: Membuat layer

Layering adalah teknik penumpukan beberapa bahan atau gambar agar art journal kita menjadi lebih menarik dan berisi.  Setelah cat background kering, tempelkan beberapa kolase kertas atau gambarlah bentuk-bentuk sederhana seperti bulat atau kotak dengan beberapa titik fokus.  Kita bisa juga menggunakan bubble wrap bekas, oleskan cat lalu capkan di atas background.  Selanjutnya, catlah seluruh halaman dengan cat akrilik warna putih secara tipis-tipis saja, agar warna background dan layer menjadi lebih lembut sehingga tulisan kita nanti tetap bisa dibaca. Biarkan kering. 


Langkah 4: Saatnya menulis

Tuliskan semua perasaan yang kita rasakan.  Tambahkan quote inspiratif yang dapat memotivasi diri kita atau gambar-gambar kecil seperti doodling.  Kita bebas menuliskan apa saja.  Kendati kita sedang kesal atau sedih, jangan lupa untuk selalu selipkan kata atau kalimat afirmasi positif untuk diri sendiri ya. Love yourself!


Sebaiknya temukan tempat atau waktu tertentu secara rutin, dan pastikan tidak ada yang mengganggu kegiatan art journaling kita.  Art journaling merupakan ruang pribadi kita untuk eksplorasi dengan banyak ide kreatif, meluapkan segala perasaan, emosi dan semua drama kehidupan, serta bermanfaat sebagai salah satu kegiatan self-love yang paling keren untuk mengelola stres. Yuk, kita mulai kelola stres dengan art journaling sebagai rutinitas kreatif setiap hari.