Cerita si Karinka – Positive Vibes Only

Kali ini saya ingin menceritakan bagaimana saya melalui tahun 2020, khususnya selama hampir sepuluh bulan banyak di rumah saja. Berusaha menyinari diri dengan energi positif.

Saya merasa tingkat stres saya meningkat sejak masa pandemi COVID-19 dimulai. Sepertinya gampang sekali tersulut emosi apalagi anak sekolah di rumah. Anak harus adaptasi cara belajar baru, saya pun harus adaptasi dengan banyak hal. Pusing banget rasanya. Kepala berat, badan cenat-cenut.  Yang tadinya jarang teriak marah-marah sama anak, sejak pandemi COVID-19 jadi lebih sering teriak-teriak marah. Momster semakin sering keluar.

Apalagi menuju hari peringatan almarhum suami terakhir ada di dunia.  Rasanya perasaan semakin tidak karuan karena tidak bisa menikmati hiburan di luar rumah seperti tahun-tahun sebelumnya, walau hanya sekedar untuk menonton atau makan di restoran favorit bersama anak.

Usaha utama saya di bidang kerajinan tangan pun harus saya hentikan sementara dan putar haluan konsentrasi di usaha kuliner yang baru saya coba jalani.  Keteteran? Iya. Tapi ya harus dijalani saja dan saya yakin Allah akan selalu membantu. Belum lagi di pertengahan tahun, bapak saya mengalami stroke. Hancur rasanya melihat bapak yang selalu gagah lalu tak berdaya. Apalagi kami terbiasa berkomunikasi tiap hari, tiba-tiba menjadi susah untuk berkomunikasi.  Ada rasa yang hilang dari hati saya.

Rasanya setiap hari makin tidak jelas perasaan dan emosi saya.  Untungnya saya terbiasa mencari cara untuk menyalurkan emosi ke kegiatan yang positif.  Walau kali ini agak pusing dan ide mandek tetapi saya berhasil mulai mengurangi stres.  Allah bukakan jalan untuk saya mengikuti kelas terapi menulis.  Sejak itu rasanya seperti menemukan hobi lama.

Menulis menjadi bagian hidup saya lagi. Delapan naskah baru, saya tamatkan dalam waktu kurang lebih empat bulan terakhir di tahun 2020 ini. Lima naskah berupa cerita faksi yaitu cerita non-fiksi kisah nyata dan, ternyata, tiga naskah lainnya adalah tulisan cerita fiksi.  Saya berhasil menulis cerita fiksi seperti cita-cita saya dua puluh dua tahun lalu. Puk-puk myself! Wow, saya akan punya sembilan karya buku dalam waktu kurang dari setahun.  Satu buku solo dan delapan buku antologi. Puk-puk myself again! Selain menulis naskah di atas, saya juga memulai menulis beberapa artikel yang saya publish di blog sendiri, www.catatanmkay.com.

Semua berawal dari kelas terapi menulis yang saya ikuti untuk menyalurkan perasaan tak nyaman.  Ternyata berhasil!  Sejak itu tak ingin berhenti rasanya.  Semuanya adalah hasil proses belajar yang masih terus akan saya jalani. Menulis ternyata menjadi sebuah bentuk kegiatan self-care yang sangat saya nikmati prosesnya.  Writing and telling story is, indeed, healing. Mengenai kelas info menulis bisa dilihat di grup FB Rumah Literasi Deka Amalia, ya. Kelasnya sangat menyenangkan sekali! Lain kali saya akan menulis lebih lanjut tentang kelas-kelas menulis di sini. Kegiatan kreatif yang menyenangkan! Yang terpenting tentunya semoga tulisan saya bermanfaat bagi yang membaca. Mengutip salah satu penulis ternama, “Tak perlu kata-kata puitis untuk menceritakan sebuah tulisan yang bagus, enak dibaca dan dimengerti.”

Kebanyakan ikut kelas online pun ternyata menginspirasi saya untuk memulai untuk mengajar lagi.  Salah satu pekerjaan saya adalah membuat craft workshop dan terhenti sejak pandemi.  Kini saya pun memulai lagi kelas kreatif craft untuk anak-anak melalui zoom. Rasanya senang banget walau agak pusing karena belum terbiasa melihat anak-anak melalui banyak layar.

Tahun lalu mengajarkan saya untuk lebih banyak bersyukur, tetap berpikir positif dan menebarkan energi positif untuk kewarasan diri. Betapa mencari kegiatan kreatif dan positif itu penting untuk kesehatan mental dan fisik.

Tahun Lalu juga saya bergabung dengan komunitas Single Moms Indonesia. Salah satu cara saya untuk mencari energi positif.  Saya banyak belajar dari pengalaman ibu-ibu luar biasa di komunitas ini. Hebat-hebat banget perjuangannya! Saling support dan kasih semangat. Semoga kita semua selalu saling menguatkan, sehat, bahagia, selalu semangat dan tak lupa bersyukur. Saatnya kita bersinar semua. Yuk kita merakit diri dengan agar kita menjadi pribadi dan ibu yang lebih baik lagi.

Bagaimana ceritamu mengelola emosi selama pandemi? Kegiatan kreatif apa yang kamu lakukan supaya tetap waras di masa COVID-19? Kirimkan ceritamu ke kreatifmerakitdiri (at) gmail (dot) com, yuk! (Subject: Cerita Merakit Diri (nama)).