Self Healing

Pernahkah kamu merasa sedih, kesal, merasa gagal, bosan atau masalah lainnya?  Tekanan emosional yang kita rasakan adalah normal dan setiap orang pasti pernah merasakannya, walau terkadang beberapa tetap meninggalkan luka, kesedihan atau trauma yang mendalam.   Apakah yang bisa kita lakukan untuk menghilangkan atau menyembuhkan perasaan tersebut? Salah satunya adalah dengan self-healing. Prosesnya pasti berbeda-beda untuk setiap orang dan tergantung masing-masing individu.  Tak bisa disamakan dan tidak bisa dipaksakan. Kita pun tak perlu ragu apabila kita membutuhkan bantuan profesional untuk membantu mengatasi tekanan emosional yang kita rasakan.

Proses pemulihan tekanan emosional melalui self-healing pastinya melibatkan diri kita sendiri.  Perlu keinginan kuat dari diri kita untuk bangkit dari trauma kesedihan atau luka batin masa lalu sehingga kita bisa belajar untuk mengendalikan pikiran, perasaan dan emosi kita.  Berusaha untuk memahami dan menerima keadaan.  Adalah manusiawi apabila di saat tertentu kita merasa sedih kembali namun pada akhirnya kita bangkit lagi dan akan menjadi orang yang lebih kuat dan tegar.  Kita tidak membiarkan diri kita terpuruk semakin dalam dengan kejadian di masa lalu.  Kita berhak untuk menjadi bahagia.

Dalam bukunya, What Happy People Know, psikolog Dan Baker, Ph.D, mengatakan bahwa orang yang bahagia menjalani kisah hidup mereka dengan cara yang sangat berbeda, yaitu dengan cara menghargai diri sendiri.  Alih-alih mengulang-ulang apa yang telah hilang, mereka fokus pada apa yang telah mereka peroleh.  

Menurut beberapa penelitian psikologi, mempelajari langkah-langkah penyembuhan emosional sangat penting untuk pertumbuhan kesehatan emosional, atau yang oleh para psikolog disebut kecerdasan emosional.  Kecerdasan emosi penting untuk mengendalikan emosi, perasaan, dan pikiran kita dengan cara yang sehat agar kesedihan atau luka batin di masa lalu bisa perlahan hilang.

Alison Cook, seorang konselor dan penulis asal Amerika, menuliskan dalam artikelnya yang berjudul "An Emotional Healing Process Everyone Should Know" bahwa banyak perempuan tidak tahu bagaimana mengelola kesepian, kesedihan, iri hati, amarah, dan ketakutan. Kita menjadi sangat pandai dalam meyakinkan diri kita sendiri dan orang lain bahwa kita selalu "baik-baik saja". Namun, pada titik tertentu, emosi yang tertutup itu akan meledak jika tidak ditangani dengan baik.  Alih-alih mengubur emosi atau membuatnya mati rasa, menurut Alison, kita bisa belajar bagaimana memahami dan merawatnya dengan melakukan proses penyembuhan emosional. Kita dapat menyembuhkan emosi yang menyakitkan dan belajar menerima emosi tersebut. Misalnya, kesedihan dapat membantu kita memperlambat dan memberi ruang untuk kesedihan yang sehat. Menyembuhkan amarah adalah peringatan yang berguna bahwa kita mungkin perlu menetapkan beberapa batasan. Dan, rasa takut, jika dikelola dengan baik, dapat membantu kita untuk tetap rendah hati dan terhubung dengan cara yang sehat dengan orang lain dan Tuhan. 

Selain itu, proses self-healing yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan olah raga dan tidur yang cukup serta melakukan kegiatan positif.  Kebiasaan olah raga rutin dan tidur di jam yang sama akan memperbaiki suasana hati kita.  Begitu pula dengan melakukan kegiatan positif,.  Apabila kita dapat menyalurkan energi kita dengan positif, secara tidak langsung otak kita akan terbiasa mengirim dan menerima pesan positif.  Aktivitas di atas dapat membantu kita untuk mengendalikan emosi, pikiran atau mood serta mendukung proses self healing kita.  Yuk kita mulai self-healing dengan kegiatan kreatif yang positif!